Minggu, 18 Oktober 2009

Nonton KCB 2 : Serasa diRumah Sendiri















"Eh, film KCB 2 itu masih ada ya?"tanya seorang ikhwan kepadaku waktu aku masih asyik ma teman sejatiku (laptop thosiba hehehe lebay ya?).
"hmm...kayaknya masih ada mas, kenapa",jawabku tanpa mengalihkan pandanganku ke monitor laptop di depanku.
"nonton yuk ",ajaknya.
mendengar jawabanyya aku jadi terkejut dan setengah tidak percaya,"beneran nih mas??trus mau nonton di M*****(sensor merek!!!!)".
"Ya mau dimana lagi?"ujarnya.
lalu aku berpikir, wah kebetulan, aku lagi ga ada kerjaan dan aku juga belum nonton tuh lanjutan film. dalam sekejap aku langsung meng-iya-kan.Lalu tiba2 muncul ikhwan yang tinggal 1 kontrakan juga ma aku. Dari dulu aku emang udah berniat nonton ma tuh anak, tapi belum kesampaian, so ketika aku ajak, dia mau (sekalipun dengan sedikit pemaksaan hahaha).eh tak disangka satu lagi ikhwan datang ke kontrakanku.langsung aja dengan sedikit iming-iming dan di panas-panasi(emang wajan???!!) akhirnya mas ikhwan yang satu ini mau juga.


yah itu sepenggal cuplikan sebelum akhirnya aku benar-benar berada di sebuah mall yang sangat tidak asing bagiku. Tentu saja untuk nonton KCB 2.Awalnya kau khawatir kalo2 penuh karena masih banyak yang pengen nonton, apalagi itu hari jumat malam.Namun ternyata dugaanku salah. Ketika aku membeli tiket, hanya aku dan ketiga orang ikhwan itu saja yang baru memesan tempat. Aku sempat mengira, ini akan masih ada yang memesan.Namun sampai aku duduk di kursi empuk bioskop tersebut, masih belum ada yang menempati kursi lain kecuali kita 4 orang ini.Salah seorang ikhwan nyeletuk "wah kalo cuma 4 orang serasa nonton dirumah sendiri".Aku sempat tersenyum mendengar celetukannya.Tapi emang bener.ruangan yang sebesar ini, dengan layar sebesar baliho ukuran "tak terbatas" cuma 4 orang yang nonton, dan itu adalah kami tadi.hingga film selesai diputar, ya masih kami yang akhirnya duduk mencar2 karena memang tidak ada yang nonton lagi selain kami.

Hahhahaha, pengalaman yang cukup unik.Aku jadi ingat sebuah cerita seorang pembantu yang pengen punya rumah yang gede. namun sampai dia tua pun masih belum kesampaian.Namun ternyata dia bekerja jadi pembantu di sebuah villa milik tuannya, tapi majikannya itu jarang tinggal di villa itu. otomatis yang tinggal cuma pembantu tua itu dan segala fasilitasnya pun tentunya bisa dia gunakan.
terkadang ALLAH mengabulkan permintaan kita lewat sesuatu yang tidak kita duga, bahkan kita tidak menyadarinya."ud`unii astajiblakum...."firman ALLAH pada sebuah ayat.Jadi secara blak-blakan ALLAH memerintah kita untuk berdo`a kepadanya, meminta kepadanya.Dan pada kalimat berikutnya ALLAH memberi janji akan mengabulkan seluruh pemintaan kita.Namun memang terkadang manusianya saja yang kelewat sombong sehingga tidak mau berdoa atau jika sudah berdoa, tidak sabar untuk menunggu pengabulan dari ALLAH.
so, kita termasuk golongan yang mana?

"kenangan setelah nonton KCB 2 bersama 4 orang di "rumah sendiri"

Selengkapnya...

Rabu, 26 Agustus 2009

Baik = Bermanfaat Untuk Orang Lain

Sebenarnya malam ini aku tidak ada niatan untuk menulis di blog, tapi emang murni ingin ngenet dan online (kayak lagunya saikoji aja hehehehe). Setelah browsing cukup lama sembari lihat-lihat blog temen-temen seperjuangan, sempat muncul rasa iri juga ketika melihat isi blog mereka. Dan kemudian membandingkan keadaan blogku. Akhirnya terbersit keinginan untuk mengumpulkan seluruh ide-ide yang berserakan di pikiranku ini yang kemudian menyusunnya menjadi sebuah tulisan yang entah berbobot apa tidak. setelah terakhir kali aku mengupdate blogku dan memutuskan untuk menjadikan blog salah satunya sebagai sarangnya kodok hehehehe......

Beberapa waktu yang lalu, aku teringat sebuah hadits yang berbunyi "khoirunnas anfa`uhum linnas" yang artinya "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain". Kalo dilihat secara sepintas, hadits ini cukup simple aja, mudah difahami, mudah dihapal dan kemudian diajarkan ke orang lain. Namun pertanyaannya adalah bagaimana dengan aplikasinya???

Sempat aku merenungi hadits ini, mengaca pada diriku sejauh mana aku mengaplikasikan hadits ini. Sampe sekarang aku telah ikut kurang lebih 6 organisasi (setidaknya itu sesuai dengan jumlah folder yang ada di data laptopku :D). Aku kembali mengaca sejauh mana azas kebermanfaatan ini bisa aku terapkan. Apakah aku benar-benar sudah bermanfaat untuk orang lain???biarlah aku sendiri yang menjawab pertanyaan itu.

Menurut bukunya Anis Matta yang judulnya 8 MATA AIR KECEMERLANGAN (sempat aku berfikir nakal kenapa ust.anis matta menggunakan angka 8 hehehehe)yang baru aku beli bahwa ada 3 hal yang bisa mengembalikan kecemerlangan manusia-manusia muslim seperti zaman Rasulullah SAW. Yang pertama adalah adanya keimanan yang kuat yang menghujam kedalam sanubari, hati, jiwa orang tersebut. Sehingga dengan keimanan tersebut menjadikan landasan perbuatan, landasan berfikir, landasan beramal, landasana berda`wah dll. Apa yang diperbuat oleh seseorang mencerminkan bagaimana kondisi iman dia saat itu. Yang kedua adalah Partisipasi. Maksudnya adalah bagaimana partisipasi kita, kebermanfaatan kita terhadap masyarakat. Sehingga dengan adanya point kedua ini kita dituntut untuk tidak hanya soleh untuk diri sendiri, namun juga bisa mensolehkan orang lain. Nah, disinilah letak aplikasi dari hadits diatas. Dan salah satu parameter sederhananya adalah bagaimana respon masyarakat / orang lain terhadap kita, apakah ketika kita tidak ada, kita dirindukan, ditunggu-tunggu kedatangannya. Atau malah adanya kita dengan tidak adanya kita tidak membawa perubahan apa-apa...alias wujuduhu ka`adamihi....

Yang ketiga adalah kontribusi. Maksudnya adalah setelah kita bisa mensolehkan diri sendiri, mensolehkan orang lain, kita juga harus menguasai spesifikasi ilmu tertentu sehingga dengan ilmu itu kita bisa beramal. Dan ketiga hal diatas sangat berkaitan erat satu sama lain. Kalo ada yang tidak ada salah satunya maka bisa dipastikan akan terjadi ketidak seimbangan.

Nah, oleh karena itu kadang aku membayangkan sudah sejauh mana aku bermanfaat untuk orang lain. Jangan-jangan aku sudah merasa bermanfaat sekali untuk orang lain namun orang lain tersebut malah beranggapan sebaliknya.

Yang jelas, aku akan terus berusaha untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Menjadi Problem Solver untuk setiap masalah yang ada, bukan malah menjadi Trouble Maker terhadap wajihah yang aku ikuti.

Semoga.......

So, Sudah kah kita Bermanfaat untuk orang lain hari ini ??? ......

Selengkapnya...

Minggu, 16 Agustus 2009

Tree Frog

Selengkapnya...

Minggu, 07 Juni 2009

andai aku cari uang sendiri.....

wah, judul itu meniru judul sebuah reality show di salah satu stasiub televisi : "andai aku menjadi....". Tapi beneran nih, beberapa hari yang lalu aku bener2 merasakan sendiri suuusaahnya cari uang sendiri. Fuuuhh, padahal kerjanya gampang banget. Dari situ aku baru bisa merasakan bagaimana susahnya kedua orang tuaku mencari uang untuk aku, kakakku yang sama-sama kuliah dan satu lagi adekku yang sekarang berada di sebuah pondok pesantren yang sama ketika aku dulu bersama kakakku mondok disitu juga.

Cerita ini berawal ketika salah seorang ikhwan kakak tingkatku menawari sebuah pekerjaan dengan bayaran yang bisa aku bilang bisa menambah uang buat makan atau membeli kebutuhan lainnya. Dengan pasti aku meng-iyakan tawaran itu. Aku mulai bekerja (ini cuma survey doang) pada hari jumat karena memang kebetulab jumat tidak ada kuliah. Jadi semua kegiatan selain pekerjaan itu aku tinggal. Dengan berpakaian resmi, rapi berkemeja dan bersepatu mulailah aku berangkat "mencari uang" itu. tapi ternyata hingga duhur, belum dapat juga responden yang bisa aku wawancarai. tapi aku tidak putus asa. Besok hari, aku lanjutnya perjuanganku. Kalo sebelumnya ke CV, sekarang pindah haluan ke sekolah-sekolah. Namun Allah ternyata masih belum mengijinkan aku untuk mendapat uang. Lagi-lagi setelah aku berkeliling kurang lebih 5 sekolah, belum ada yang bisa aku wawancarai. Aku hampir putus asa waktu itu.

Namun aku bertekad akan terus berusaha keras hingga dapet CV yang bisa aku wawancarai. Alhamdulillah ada satu CV, namun hingga sore menjelang, berpanas-panas, muter-muter malang, ternyata belum ada lagi CV yang bisa aku wawancarai.

Akhirnya jam 3 sore aku tergeletak "tepar" di kontrakan (komsat) dan akhirnya tertidur karena kecapekan.

Namun ada hikmah besar yang bisa aku ambil bahwa, kita sebagai anak terkadang dengan gampang dan mudahnya menghabiskan uang pemberian ortu dan kembali meminta ketika habis. Padahal perjuangan orang tuaku aku yakin sangatlah keras.

Wahai bapak, ibu, maafkan aku jika selama ini aku belum bisa menggunakan uang pemberianmu dengan baik.

Selengkapnya...

Kamis, 05 Februari 2009

Hidup tidak selalu di atas

hidup ini bagaikan sebuah roda
kadang diatas, namun bisa juga dibawah
yang sering jadi permasalahan
orang sering tidak mengerti
bagaimana merubah posisi di bawah
menjadi kembali diatas.......

hmm....kayaknya puisi (atau lebih tepatnya ngawur hehehe) bisa juga untuk mengawali tulisan kali ini.Ya...... begitulah kehidupan. maka rasanya tidak lengkap jika kita berada dibawah terus karena bisa jadi itu menunjukkan kita telah puas dengan keadaan itu sehingga merasa tidak perlu berjuang untuk berada di posisi atas. Namun tidak baik juga jika kita terus menerus berada diatas karena bisa dipastikan kita tidak akan bisa memahami apa yang dirasakan oleh yang "bawah".

begitu juga dengan diriku. Aku sudah pernah merasakan juara kelas pada saat di pesantren dulu. Dulu setelah lulus SD aku masuk Pesantern Persis dan almadulillah prestasiku rata-rata berada di atas sekalipun terkadang juga turun. Lalu berpindah ke Pesantren MII (Ma`had Al-Ittihad Al-Islami) dan juga alhamdulillah aku selalu berada di peringkat 3 besar. Sampai-sampai teman-temanku heran kok bisa-bisanya santri baru meraih peringkat atas. jujur ini bukan sombong, namun aku rindu akan suasana seperti itu. Karena setelah kuliah aku tidak pernah lagi merasakan suasana itu. Dan sampai semester ini pun aku malah terpuruk.......

Aku hanya bisa berhuznudzon kepada ALLAH karena aku yakin ini adalah pemberian terbaikNya. Aku yakin ada skenario yang luar biasa yang akan aku ketahui dan aku nikmati nanti jika aku bisa melewati "ujian" ini. Mungkin Allah menghukumku dikarenakan kesombonganku karena pernah menjadi juara kelas. Mungkin Allah menghukumku karena terkadang aku meremehkan suatu mata kuliah. Mungkin Allah juga ingin mengajarkan bahwa untuk menjadi pemenang yang sejati maka seharusnya merasakan terlebih dahulu kekalahan sehingga bisa belajar dari kekalahan itu.

Aku jadi teringat suatu cerita peperangan umat Islam di zaman Rasulullah dimana pada saat perang Uhud, pasukan muslimin mengalami kekalahan karena tidak mentaati perintah Rasulullah. Bahkan akibatnya Rasulullah pun mengalami luka. Iborhnya adalah itulah akibat tidak taat pada pimpinan (pada waktu itu Rasulullah) sehingga mengakibatkan kekalahan kerugian yang besar dari pihak kaum Muslimin. Dan ternyata para sahabat sadar dan belajar dari kesalahan itu sehingga kaum muslimin bisa menang pada peperangan-peperangan selanjutnya atas izin Allah.

Aku yakin Allah ingin mengajarkan rasa kalah itu sehingga bisa mengantisipasi agar tidak kalah untuk kedua kalinya. Menyesal???ya iyalah, Kecewa?? pastinya. Namun aku juga sdar bahwa tidak cukup hanya sekadar menyesal dan kecewa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita merubah posisiku yang sekarang di bawah menjadi kembali ke atas.

Ya Allah, terima kasih karena Engkau telah memberikan pelajaran yang begitu berharga sehingga tidak mungkin aku lupakan.

Mudah-mudahn semester depan aku bisa melewati ujian ini dengan meraih hasil yang lebih baik daripada ini. Amin.
Selengkapnya...

Senin, 26 Januari 2009

Pak SBY ke MALANG : lha kok malah jadi repot???

selasa, tepatnya tanggal 27 Januari yang kami hormati Bapak Susilo Bambang Yudoyono beserta ibu akan bertandang ke Universitas Brawijaya dalam Rangka Dies Natalis Brawijaya ke-46. Sebenarnya sih menjadi kebanggaan tersendiri buatku sebagai mahasiswa brawijaya dengan hadirnya bapak presiden UB. Karena menurutku tidak banyak Universitas yang dikunjungi oleh beliau. Namun tadi ada suatu kejadian yang sebenarnya ini lumrah terjadi ketika ada pejabat datang-apalagi sekelas presiden-ke suatu tempat. Begini ceritanya......

Tadi aku berangkat untuk survey bareng ma al-akh. Nah, awalnya sih emang aku lihat dipinggir2 jalan sudah banyak tentara dan polisi. Aku udah berfikir ini pasti mau ada orang penting datang. Nah, betul saja kok tiba2 macet sehingga mengganggu kelancaran kendaraan yang lewat. Ini berlangsung agak lama sampe aku emosi juga, akhirnya aku memilih jalan memutar. Dan Ketika lewat depan UB, para polisi pun masih terlihat mengubah jalur sehingga para pengendara sempat menggerutu (termasuk aku hehehe)....

Ada fenomena yang menarik disini bahwa dari beberapa kejadian para pejabat datang ke suatu tempat, maka mesti akan disterilkan atau paling enggak mobil yang "mengangkut" pejabat tersebut didahulukan. aku jadi berpikir kenapa setiap ada kedatangan mereka malah "mengganggu" ketentraman tempat itu???seperti tadi sempat macet, aku malah jadi heran kok kedatangan mereka malah membuat repot???mendingan ga usah datasng kesini aja!!!!
fenomena ini malah sudah menjadi "tradisi" di Indonesia bahkan mungkin di tempat lain. Aku pernah membaca suatu berita bahwa dikisahkan ada kemacetan panjang yang berakibat sebuah mobil ambulan yang membawa pasien darurat (buktinya dinyalakan sirinenya) tidak bisa melaju. Padahal didalamnya ada seorang pasien yang harus ditolong. Namun parahnya lagi, tiba2 ada sebuah mobil pejabat dan para pengawalnya yang dengan angkuhnya menerobos dan meminggirkan mobil-mobil yang lain agar bisa lewat. ironis!!!apakah mereka tidak tahu bahwa ada juga orang yang lebih penting untuk didahulukan daripada sekedar mendahulukan mobil pejabat????
mereka merasa paling penting sehingga merasa lebih berhak untuk didahulukan. Sungguh kenyataan yang parah!!!!sebarapa penting mereka sehingga harus lebih penting dari seorang pasien yang kesakitan dan butuh pertolongan???

Terkadang aku juga meragukan peran "memasyarakat" mereka melihat fenomena seperti itu.
Semoga para "wakil rakyat" itu sadar dengan apa yang dirasakan oleh masyarakatnya. Selengkapnya...

Selasa, 13 Januari 2009

MEWUJUDKAN PEMIMPIN MUDA MASA DEPAN DENGAN KARAKTER MUSLIM NEGARAWAN


Tahun baru tinggal beberapa waktu lagi. Itu menandakan akan ada moment perubahan masa (baca : tahun) dari tahun 2008 kepada 2009. Namun permasalahan di negeri ini seakan-akan tidak kunjung selesai dari tahun ke tahun. Masih banyak permasalahan-permasalahan yang menimpa bangsa ini yang mana belum bisa / atau malah tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia. Banyak kebijakan-kebijakan yang masih belum sepenuhnya memihak kepada rakyat sekalipun ada saja kebijakan yang nampaknya pro rakyat namun sejatinya tidak, berbagai kasus korupsi yang masih menjadi “budaya” dikalangan pejabat teras yang mana masih belum terselesaikan hingga akhir-akhir pemerintahan sekarang ini. Ini menunjukkan bahwa sampai saat ini masih belum ditemukan sosok yang benar-benar bisa menjadi pemimpin bagi bangsa ini, bukannya menjadi “penguasa”. Melihat kondisi di atas maka masalah yang tak kalah penting yang harus kemudian diselesaikan terlebih dahulu adalah krisis kepemimpinan.



Oleh karena itu KAMMI sebagai gerakan mahasiswa yang hingga sekarang masih terasa eksistensinya haruslah mengambil andil dalam memperbaiki bangsa berbagai permasalahan bangsa ini. KAMMI, sesuai visinya melahirkan pemimpin di masa depan berupaya untuk bersikap bijak bahwa ketimpangan bangsa ini harus diselesaikan dengan upaya perbaikan dan tawaran-tawaran solusi yang terbaik. Bahwa pasca bergulirnya reformasi gerakan mahasiswa tidak sekedar menampilkan sosok kepemudaannya sebagai anak bangsa yang kritis, lebih dari itu pemuda adalah pewaris yang sah atas masa depan negeri ini, maka ia ikut bertanggung jwab membangun negeri ini. Dalam proses pembanngunan ini kader KAMMI dituntut untuk seimbang dalam memandang persoalan secara kritis dan konstruktif.



Sebagaimana tertuang dalam GBHO KAMMI bahwa salah satu prinsip pergerakan KAMMI yaitu solusi islam adalah tawaran perjuangan KAMMI dan didasari berbagai masalah yang terjadi dalam negeri ini, termasuk juga krisis kepemimpinan maka kemudian muncullah suatu sosok / karakter yang diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan di atas yaitu MUSLIM NEGARAWAN. Jika menilik kembali filosofi gerakan yang dimiliki KAMMI, sangat relevan dan memungkinkan jika seorang Muslim Negarawanlah yang akan mewujudkan filosofi tersebut. Maka Muslim Negarawan tidak hanya menjadi solusi atas kemerosotan moral di berbagai bidang, tetapi juga dapat dijadikan sebagai konsep untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa masa depan. Muslim Negarawan jelas merupakan model yang ideal sebagai karakter seorang pemimpin masa depan.

Tentu saja pemimpin yang akan di cetak dengan karakter Muslim Negarawan adalah sosok pemimpin yang muda. Karena pemuda lebih banyak memiliki kelebihan dari pada yang tua misalnya adalah mempunyai fisik yang masih kuat, pikiran yang selalu memunculkan ide-ide segar, ketangguhan dalam bekerja keras, memiliki idealisme keberanian yang tinggi sehingga bisa dengan berani pula mengatakan dan membela kebenaran, pemikiran-pemikiran yang segar, inovatif dll. Selain itu Imam Syahid Hassan Al-Banna pernah mengatakan bahwa sebuah pemikiran akan meraih sukses manakala keimanan kepadaNya kuat, tersedia keikhlasan di jalanNya, semangat untuk memperjuangkanNya semakin bertambah, dan ada kesiapan untuk berkorban dan beramal dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter pemuda. Sebab sesungguhnya dasar keimanan adalah hati yang cerdas, dasar keikhlasan adalah nurani yang jernih, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Dan itu semua tidak terdapat kecuali pada diri pemuda. Oleh karena itu, KAMMI yang salah satu karakter organisasinya adalah harakatul tajnid sudah seharusnya menanamkan karakter Muslim Negarawan itu dalam setiap kader-kadernya sehingga bisa menghujam kuat dalam jiwa setiap kader KAMMI.


Nah, pertanyaanya sekarang adalah bagaimana mewujudkan pemimpin yang memiliki karakter Muslim Negarawan?? Setidaknya ada beberapa unsur yang harus ada dalam jiwa seorang pemimpin yang berkarakter Muslim Negarawan yaitu Pertama, Memiliki Basis Ideologi Islam yang Mengakar
. Maksudnya adalah seorang muslim negarawan haruslah memiliki dasar keislaman yaitu Aqidah yang benar-benar mengakar ke dalam hati dan jiwa sehingga segala tindak-tanduknya tidak akan lepas dari Al-Quran dan As-Sunnah dan juga orientasinya kepada akhirat. Kedua, Memiliki Basis Pengetahuan dan Pemikiran yang Mapan. Yang dimaksud pengetahuan ini tidak hanya pengetahuan tentang kenegaraan atau keindonesiaan saja, namun ilmu yang lebih pokok yaitu pengetahuan ke-islaman pun harus lah dimiliki seorang calon pemimpin Muslim Negarawan, sehingga dengan kedua ilmu itu harapannya bisa menyelaraskan antara ilmu dunia (umum) dan ilmu akhirat (agama) dan juga mempunyai wawasan yang luas. Ketiga, Idealis dan Konsisten. Idealis di sini maksudnya adalah meletakkan islam sebagai solusi untuk berbagai permasalahan yang ada. Tidak hanya idealis namun juga mampun bergerak secara dinamis dan konsisten terhadap idealismenya. Keempat, Berkotribusi pada Pemecahan Permasalahan Umat dan Bangsa. Unsur ini selaras dengan prinsip gerakan KAMMI yaitu solusi islam adalah tawaran perjuangan KAMMI. Maka sudah seharusnya pemimpin yang berkarakter Muslim Negarawan menjadi solusionis atas permasalahan yang terjadi, bukan malah membuat masalah. Kelima, Menjadi Perekat Komponen Bangsa sebagai Upaya Perbaikan. Seorang pemimpin seharusnya mampu merekatkan dan menyatukan berbagai kompenen bangsa yang ada sehingga bisa terjalin dan terpeliharanya sebuah komunikasi, solidaritas, dan kerjasama yang baik dengan masyarakat dalam upaya menyelesikan masalahnya.

Memang tidak mudah mewujudkan pemimpin muda dengan karakter Muslim Negarawan, namun juga bukan suatu kemustahilan pemimpin seperti itu bisa lahir dari rahim KAMMI sehingga harapannya bisa membawa pencerahan dan perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Sudah lama bangsa dan umat ini merindukan para pemimpin perubahan yang memiliki idealisme dan kompetensi yang diperhitungkan. Para pemimpin yang terlahir dalam rahim gerakan Islam yang tertata rapih (quwwah al munashomat) , dan semangat keimanan yang kuat (ghiroh qawiyah) serta kompetensi yang tajam. Para pemimpin yang muda serta memiliki KARAKTER MUSLIM NEGARAWAN.

Waalahu a`lam bisshowab. Selengkapnya...